5 Strategi Teruji Meningkatkan Adaptasi Anda

ilustrasi bertahan dari perubahan

Saya bertaruh Anda pernah mendengarnya, mungkin berkali-kali. Sekarang ini semua hal berubah dengan cepat. Perubahan ini memberikan Anda ketidakpastian, bukan?

Misalnya, tidak ada kepastian bisnis yang Anda rintis akan sukses. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan terus berada di puncak. Tidak ada jaminan Anda akan mampu mengatasi pesaing baru yang muncul dengan segala kesegarannya.

Kuncinya terletak pada sejauh mana Anda bisa beradaptasi. Adaptasi (adaptability) adalah kemampuan berubah (atau diubah) untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah. Semakin beradaptasi, semakin bisa Anda bertahan. Jika sebaliknya, Anda akan tertinggal dan mungkin saja tergilas roda jaman.

Namun, jangan pesimistis. Adaptasi termasuk sebuah keterampilan sehingga bisa Anda tingkatkan. Untuk membantu Anda mewujudkan tujuan tersebut, berikut 5 strategi teruji yang perlu Anda lakukan.

1. Terima perubahan

Perubahan ada di mana-mana. Untuk itu, terimalah perubahan tersebut. Mengapa? Karena perubahan di luar kendali Anda.

Tidak ada gunanya menolak atau membenci perubahan. Semakin Anda menolak atau membencinya, semakin stres Anda dibuatnya. Lihat para peselancar. Mereka tidak melawan gelombang air laut, namun mengikutinya sehingga tercipta gerakan-gerakan yang mengagumkan.

Loading...

Contoh lain, Google terus memperbaharui algoritma pencariannya. Saya menerima perubahan ini. Saya tidak membenci Google. Saya tidak berprasangka jelek bahwa mereka memiliki “udang di balik batu”. Saya malah kagum akan upaya mereka memperbaharui algoritmanya karena “membersihkan” situs web atau blog yang tidak berkualitas dari pencarian Google.

2. Buka pikiran Anda

Setelah menerima perubahan, buka pikiran Anda. Dengan pikiran terbuka, Anda akan:

  • Mendapatkan pemikiran dan ide-ide baru
  • Memperoleh peluang-peluang baru
  • Memberi kesempatan pada diri sendiri untuk berubah
  • Lebih menikmati hidup

Sebagai contoh, Anda selama ini mempromosikan produk Anda dari rumah ke rumah. Dengan pikiran terbuka, Anda tahu bahwa media sosial sekarang ini tengah ngetren. Oleh karena itu, Anda akan mencoba media sosial tersebut (misalnya Facebook dan Twitter) untuk mempromosikan produk Anda.

Bayangkan jika pikiran Anda tertutup. Anda mungkin tidak mau mencoba promosi di intenet sehingga ide dan peluang baru tidak akan Anda dapatkan.

3. Bersedia untuk belajar dan berpraktik

Perubahan biasanya membawa imu dan teknologi baru. Yakinkan diri Anda untuk besedia mempelajari ilmu dan teknologi baru tersebut. Bukan hanya itu, praktikkan apa yang Anda pelajari sehingga lebih berdaya guna. Ingat, orang yang praktik lebih baik daripada orang yang mengetahui. Dengan belajar dan berpraktik tersebut, kepercayaan diri Anda akan menguat dengan sendirinya.

Sebagai contoh, sejak 2009 saya tahu email marketing (pemasaran melalui email). Saya membacanya dari blogger-blogger luar negeri favorit saya. Namun, saya hanya sekadar mengetaui saja. Tak ingin ketinggalan, saya mengijinkan diri sendiri untuk mempraktikkan email marketing pada Oktober 2014 lalu.

Memang, banyak kesalahan yang saya buat. Namun, saya terus belajar dan berpraktik sehingga sekarang ini saya percaya diri menggunakan email marketing.

Terlepas dari itu, jika Anda kesulitan belajar sesuatu, misalnya internet marketing, bertanyalah pada diri sendiri tiga pertanyaan sederhana berikut:

  • Apa itu internet marketing? (what)
  • Mengapa saya harus menggunakan internet marketing? (why)
  • Bagaimana caranya menggunakan internet marketing untuk melonjakkan penjualan produk saya? (how)

Dengan mengajukan ketiga pertanyaan tersebut, disadari atau tidak, Anda akan bergairah mencari jawabannya. Nah, proses mencari jawaban tersebut adalah belajar dan berpraktik. Sederhana, bukan?

Jika Anda tipe pembelajar yang butuh mentor, carilah mentor terbaik. Jangan ragu untuk mengeluarkan biaya karena akan sepadan dengan ilmu dan pengalaman yang Anda peroleh.

Sebagai contoh, seorang teman bercerita bahwa dua tahun lalu ia mengikuti pelatihan Neuro-linguistic programming (NLP). Ia mengeluarkan biaya lebih dari Rp 17 juta untuk pelatihan yang berlangsung selama seminggu tersebut. Saya tercengang, dan bertanya kepada dia: “Mengapa mau ikut pelatihan yang mahal tersebut?”. Dia menjawab sederhana, “Saya ingin belajar dari yang terbaik”.

4. Keluar dari zona nyaman

Orang yang menolak perubahan biasanya tidak mau keluar dari zona nyaman. Anda tidak harus seperti itu. Keluarlah dari zona nyaman dengan membuat tantangan baru.

Sebagai contoh, jika saat ini Anda memiliki sebuah blog berbahasa Indonesia yang menghasilkan Rp 10 juta per bulan, buat blog baru dengan topik yang beda. Selain akan mengasah keterampilan ngeblog Anda, projek baru ini akan memastikan apakah kesuksesan pertama Anda tersebut bukanlah keberuntungan semata.

Pada praktiknya, projek baru ini akan membuat Anda tidak nyaman karena Anda harus meluangkan waktu dan mungkin juga uang. Namun, itu tidak masalah karena bila projek baru tersebut sukses, zona nyaman Anda akan bertambah. Plus, Anda pun mendiversifikasi sumber pendapatan (tidak menaruh telur dalam satu keranjang).

5. Miliki tekad kuat

Perubahan itu tidak pandang bulu. Oleh karena itu, Anda harus memiliki tekad kuat untuk bertahan di perubahan tersbut. Cirinya, Anda tekun menyelesaikan pekerjaan atau mengatasi masalah. Dengan demikian, Anda terus bertindak sampai meraih sasaran Anda.

Terkait pemecahan masalah, kreatiflah dalam memecahkan masalah yang menghadang. Untuk tujuan tersebut, Anda bisa melakukan tindakan berikut:

  • Cari akar masalah
  • Buat daftar solusi dari akar masalah
  • Eksperimen dengan solusi-solusi tersebut

Selalu akan ada yang berubah di kehidupan profesional dan personal Anda. Jangan tolak perubahan tersebut, namun beradaptasilah. Ingat, hanya orang-orang yang beradaptasi yang bertahan, bukan orang-orang yang paling kuat atau paling pintar. Cobalah ketujuh strategi di atas untuk meningkatkan adaptasi Anda. Saya optimistis Anda akan mampu bertahan di perubahan apa pun.

Loading...

Artikel Terkait: