Panduan Pemula dalam Menetapkan Sasaran

ilustrasi penetapan sasaran

Bagi kebanyakan orang, sukses itu dinilai dari materi, popularitas, atau jabatan. Apa pun indikatornya, sukses adalah meraih sasaran atau target yang telah ditetapkan.

Dari definisi tersebut, penetapan sasaran (goal setting) merupakan langkah pertama menuju kesuksesan. Faktanya, merujuk hasil penelitian Mark McCormark pada 1989, 13% lulusan Master of Business Administration (MBA) Harvard Business School yang menetapkan sasaran memiliki penghasilan rata-rata dua kali lebih besar daripada lulusan MBA yang tidak menetapkan sasaran.

Penetapan sasaran mungkin mudah untuk orang yang berpengalaman, namun sebaliknya bagi pemula. Mereka biasanya tidak tahu harus mulai dari mana untuk menetapkan sasaran. Jika Anda salah satu dari mereka, jangan khawatir. Berikut langkah demi langkah menetapkan sasaran yang bisa dilakukan sekarang juga.

1. Buat daftar semua keinginan Anda

Langkah pertama adalah membuat daftar semua keinginan Anda. Saat membuatnya, tulis semua keinginan Anda tanpa ragu atau malu. Jangan pedulikan keinginan tersebut masuk akal atau tidak.

Jika memungkinkan, kategorikan keinginan Anda menurut bidang pekerjaan, kesehatan, hubungan, dan spiritualitas. Contohnya bisa saja seperti ini:

  • Kesehatan: Saya ingin lari pagi 3 kali dalam seminggu
  • Kesehatan: Saya ingin tidur secara teratur
  • Pekerjaan: Saya ingin menulis buku nonfiksi pertama saya
  • Pekerjaan: Saya ingin membuat kursus online
  • Pekerjaan: Saya ingin memperoleh penghasilan Rp 50 juta per bulan
  • Hubungan: Saya ingin mengajak keluarga liburan ke Bali
  • Spiritualitas: Saya ingin menunaikan umroh

2. Pilih maksimal 5 keinginan yang hendak dijadikan sasaran

Setelah melakukan langkah kesatu, Anda memiliki puluhan keinginan, bukan? Dari jumlah tersebut, pilih maksimal 5 keinginan yang hendak dijadikan sasaran dalam setahun ke depan. Mengapa? Karena supaya Anda bisa berfokus mencapainya.

Loading...

Ingatlah, sasaran memerlukan sejumlah tindakan untuk meraihnya. Oleh karena itu, dalam kasus Anda sebagai pemula, sedikit sasaran lebih baik daripada banyak sasaran.

Keinginan mana yang tepat dijadikan sasaran? Sederhana saja, yaitu keinginan yang berdampak besar pada hidup Anda. Hal ini bisa dilihat dari alasan atau motivasi keinginan tersebut.

Katakanlah, salah satu keinginan yang Anda pilih sebagai sasaran adalah menulis buku nonfiksi pertama Anda. Alasan atau motivasinya bisa berupa:

  • Memperoleh penghasilan tambahan
  • Membangun personal branding Anda
  • Membantu orang melalui buku Anda

3. Buat sasaran yang memenuhi kriteria SMART

Setelah memilih sasaran, langkah selanjutnya adalah mengubah sasaran tersebut sehingga memenuhi kriteria SMART (specific, measurable, action-oriented, realistic, and time-bound). Kriteria ini akan membuat sasaran Anda menjadi baik.

Sebagai contoh, sasaran Anda pada tahap dua di atas, yatu menulis buku nonfiksi pertama, belum memenuhi kriteria SMART. Maka, format SMART sasaran tersebut bisa seperti ini: Menyelesaikan buku Cara Membuat Blog di WordPress sebelum 25 Februari 2016.

4. Tempatkan sasaran di tempat yang mudah dilihat

Pernahkan Anda membuat sasaran dan lupa akan sasaran tersebut? Saya pernah, bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Oleh karena itu, agar Anda tidak lupa, tempatkan sasaran tersebut di tempat yang mudah Anda lihat.

Sebagai contoh, Anda menuliskan sasaran di kertas kosong lalu menempelkannya di dinding ruang kerja atau kamar Anda. Jika Anda tidak suka cara ini, Anda bisa menuliskan sasaran di laptop atau telepon seluler Anda.

5. Identifikasi tindakan

Langkah terakhir dalam penetapan sasaran adalah mengindentifikasi rencana tindakan (action plan) untuk meraih sasaran tersebut. Rencana tindakan ini tidak mesti dibuat secara rinci, namun Anda cukup menuliskan garis besar langkah-langkah yang perlu dilakukan dan tenggat waktunya. Anda bisa menuliskannya di buku catatan, laptop, atau ponsel pintar Anda.

Sebagai gambaran, lihat contoh rencana tindakan pada tabel di bawah ini.

Sasaran:Menyelesaikan buku Cara Membuat Blog di WordPress sebelum 25 Februari 2016
Rencana Tindakan:
  • Riset referensi tentang WordPress pada 15-30 November 2015
  • Membuat kerangka buku pada 1-4 Desember 2015
  • Menulis draf pertama pada 5-31 Desember 2015
  • Menulis draf kedua pada 1-31 Januari 2016
  • Mengedit draf kedua pada 1-14 Februari 2016
  • Membuat struktur akhir buku pada 15-24 Februari 2016

Seperti Anda lihat, dengan membuat rencana tindakan, Anda telah membuat jalan meraih sasaran yang ditetapkan. Pastikan Anda melakukan tindakan yang direncanakan tersebut sehingga sasaran semakin dekat diraih.

Simpulannya, penetapan sasaran adalah langkah pertama dalam meraih kesuksesan dalam bidang apa pun. Jika Anda masih bingung bagaimana cara menetapkan sasaran, cobalah kelima langkah di atas sekarang juga. Selamat mencoba!

Dari kelima langkah di atas, langkah mana yang menurut Anda paling susah?

Loading...

Artikel Terkait