7 Cara Menghadapi Pelakor (Selingkuhan Suami) dengan Bijak

Ilustrasi cara menghadapi pelakor

Rasanya tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang bermimpi menjadi korban perebut laki-laki orang (pelakor). Namun apa daya, ada saja di antara mereka yang mengalaminya secara langsung. Bukan lagi sekadar mimpi.

Sedih, sakit hati, benci, marah, semuanya akan melebur menjadi satu saat Anda harus menjadi korban pelakor. Tapi tentu saja semua yang Anda rasakan itu bukan sebuah solusi.

Mengedepankan emosi justru akan membuat sang pelakor makin senang. Karena apa yang menjadi targetnya justru mendapat ‘bonus’ yaitu kekecewaan yang mendalam dari diri Anda.

Untuk menghadapi pelakor jangan pernah dibarengi dengan hal-hal yang menunjukkan diri Anda lemah. Hadapilah dengan bijak dan elegan. Berikut ini 7 cara menghadapi pelakor yang bisa Anda coba.

1. Tetap kontrol emosi

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat mengetahui suami berselingkuh adalah menahan emosi dan menenangkan diri. Jangan langsung melakukan reaksi yang keras dan penuh emosi.

Mendatangi langsung (melabrak) pasangan dan wanita yang diduga merebut suami Anda saat itu juga bukanlah hal yang bijak. Lebih baik Anda mengumpulkan bukti-bukti lebih banyak dulu sebelum melakukan tindakan.

Karena bisa saja mereka akan membantah terlibat dalam hubungan asmara terlarang. Bahkan Anda bisa saja dianggap cemburuan oleh suami dan justru akan memicu konflik lebih panas dalam rumah tangga Anda.

Loading...

Seberapa besar Anda marah dan sedih melihat suami berselingkuh, tetap selalu berusaha untuk mengontrol emosi. Atur napas dengan baik untuk meredakan emosi.  Sehingga Anda bisa berpikir dengan jernih dan bertindak secara bijak untuk menghadapi masalah ini.

Baca juga: 7 Cara Efektif Mengendalikan Emosi Diri Sendiri

2. Komunikasikan dengan suami

Sebagai pasangan suami istri, baik dan buruknya pasangan harus tetap dikomunikasikan. Termasuk ketika Anda menduga ada wanita lain dalam kehidupan suami Anda. Ini merupakan cara menghadapi pelakor dengan cara-cara yang elegan dan bijak.

Namun, sebelum berbicara dengan suami, kondisikan hati dan pikiran Anda. Jangan berbicara dengan nada keras, karena suami pasti akan membalas dengan nada yang sama. Bicarakan semua hal yang ingin Anda ketahui dalam kondisi kepala dingin.

Kalaupun ternyata suami Anda tidak merasa sedang digoda, katakan saja bahwa apa yang telah wanita itu lakukan telah membuat perasaan Anda terluka. Karena sikap yang ditunjukkan sang pelakor menurut Anda sudah menjurus ke arah upaya merebut hati suami.

Tegaskan kepada suami untuk tidak membalas sikap manis dari wanita tersebut. Jika dia menolaknya, boleh jadi memang ada sesuatu di antara suami dengan wanita tersebut.

Baca juga: 12 Penyebab Umum Tidak Bahagia Setelah Menikah

3. Temui pelakor dengan tenang

Setelah melakukan pembicaraan empat mata dengan suami, apa pun hasilnya, Anda bisa mulai untuk bergerak ke tahap berikutnya. Temui sang pelakor secara langsung dan lakukan pembicaraan tentang masalah ini.

Nah, untuk menghindari ada cerita yang berbeda, sebaiknya Anda menemui dia dengan ditemani suami. Sehingga ketika ada dia mengatakan ‘A’ bisa langsung dikonfirmasi ke suami Anda, atau sebaliknya.

Jangan pernah posisikan Anda sebagai korban. Karena tujuan Anda bertemu adalah untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya terjadi.

Ada banyak kemungkinan yang melatarbelakangi perselingkungan tersebut. Bisa saja si pelakor tak mengetahui status suami masih beristrikan Anda. Bisa juga suami Anda yang berbohong bahwa dia kini tengah melajang.

Bisa juga si pelakor yang nekat terus mendekati suami Anda meski tahu sudah beristri. Bahkan bisa juga suami Anda yang nekat mendekati dirinya. Ada banyak kemungkinan yang pasti membuat hati Anda sakit bak diiris sembilu.

Setelah mendapat fakta-fakta sebenarnya, Anda bisa mulai berpikir langkah atau solusi apa yang akan diambil. Kalau memang sudah tak bisa dilanjutkan, perpisahan mungkin akan diambil. Tapi, kalau memang Anda berpikir suami sudah menyadari kesalahannya, memberi kesempatan kedua rasanya lebih bijak.

4. Jangan pernah terlihat takut

Ilustrasi diskusi dengan suami

Apa pun yang tengah Anda rasakan dan alami, jangan pernah posisikan diri Anda sebagai korban yang takut. Tunjukkan diri Anda sebagai wanita yang kuat dan teguh. Baik di mata suami maupun si pelakor.

Karena, untuk menghadapi pelakor, Anda memang harus bisa menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang kuat dan tegas. Bukan wanita lemah yang mudah dipermainkan.

Anda memang harus bisa menujukkan sikap yang tegas di hadapan sumai maupun pelakor. Karena Anda tengah berupaya menyelamatkan biduk pernikahan yang tengah didera gelombang.

Ketika Anda menunjukkan sebagai sosok yang lemah, maka si pelakor pasti akan terus menekan dan bahkan semakin nekat. Karena itu tak ada alasan bagi Anda untuk bersikap lemah terhadap pelakor.

5. Tidak mengumbar status di media sosial

Di era media sosial seperti saat ini, orang memang mudah menulis status mereka untuk diketahui teman atau para followers-nya. Tapi, untuk kasus perselingkuhan suami, lebih baik Anda menyimpannya erat-erat.

Anda mungkin berpikir dengan mengunggah status perselingkuhan yang dialami akan memberi sanksi sosial bagi suami dan si pelakor. Memang, hal itu bisa saja terjadi. Tapi juga bisa menjadi bumerang kepada diri Anda.

Karena sangat mungkin terjadi ada pihak yang mendukung suami Anda. Mereka akan menilai perselingkuhan suami bukan semata kesalahannya saja. Tapi ada andil Anda sebagai istrinya.

Alhasil, bukannya mendapat simpati, Anda justru juga akan menerima caci maki. Karena semua orang yang membaca status Anda tidak mengetahui duduk masalah yang sebenarnya. Mereka hanya menduga dari cerita-cerita orang lain yang punya pengalaman sama dengan Anda.

6. Diskusikan dengan keluarga

Menghadapi pelakor yang keras kepala memang bisa memancing emosi ke tingkat tertinggi. Namun, daripada Anda mengumbar status di media sosial, lebih baik membicarakan soal perselingkuhan ini dengan keluarga besar.

Dalam hal ini, dua keluarga besar harus diajak bicara. Tak hanya keluarga Anda, tapi juga keluarga suami. Hal ini bertujuan untuk menghindari omongan buruk di belakang, kalau misalkan Anda dan suami akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Bagaimanapun keluarga harus mendapat informasi yang benar tentang kondisi rumah tangga Anda. Bukan bermaksud mengumbar aib, tapi lebih bertujuan agar keluarga tahu persis kondisi yang terjadi. Bukan mendengar dari orang lain yang hanya tahu selentingan saja.

Bisa saja Anda akan mendapat masukan dan bantuan untuk menemukan solusi dari  masalah yang tengah dihadapi ini. Sehingga pikiran Anda bisa lebih tenang saat harus mengambil keputusan.

7. Pikirkan masak-masak sebelum memutuskan

Hati yang dikhianati oleh suami pasti akan lama sembuhnya. Karena luka yang ada pasti sangat dalam. Namun, itu bukan jadi alasan bagi Anda untuk mengambil putusan secara serampangan.

Ambil keputusan setelah Anda mengumpulkan fakta-fakta dan berbicara dengan orang-orang terdekat seperti keluarga. Olah masukan yang  Anda dapat beserta fakta yang didapat. Barulah mengambil putusan.

Renungkan apa dampak yang akan Anda dapatkan dengan putusan tersebut. Termasuk dampak bagi anak-anak dan masa depan mereka. Satu hal yang pasti, jangan pernah mengambil keputusan saat emosi tengah tinggi.

Baca juga:

Penutup

Menghadapi pelakor dengan kepala dingin dan pikiran yang tenang akan lebih baik dibanding penuh kemarahan. Tak akan pernah ada solusi yang didapat saat Anda lebih mengedepankan emosi ketimbang akal sehat.

Memang wajar jika Anda merasa kecewa dan marah, tapi itu bukan berarti Anda harus mengumbarnya di depan mereka yang berselingkuh. Dengan menunjukkan diri Anda yang kuat, tenang, dan tegas, si pelakor pasti akan lebih merasa takut dan segan kepada diri Anda.

Loading...

Artikel Terkait