Cara Menghilangkan Rasa Takut Gagal

gambar menghadapi rasa takut

Semua orang ingin sukses. Tidak ada seorang pun yang ingin gagal, bahkan dalam mimpi sekalipun. Namun, rasa takut gagal selalu menghinggapi setiap orang.

Sebagai contoh, saya takut ebook saya tidak laku saat menulis ebook berbayar pertama saya. Rasa takut ini makin besar ketika saya membayangkan energi, uang, dan waktu saya terbuang sia-sia untuk membuat ebook tersebut.

Berita baiknya, saya terus maju dan merilis ebook itu pada pertengahan September 2015. Alhamdulilah, saya mendapatkan Rp 2 juta pada hari pertama penjualan ebook tersebut. Bagaimana cara saya menghilangkan rasa takut gagal? Berikut tahap demi tahap yang saya lakukan.

1. Memperbaiki pola pikir

Tahap pertama adalah saya memperbaiki pola pikir (mindset). Hal ini sangat penting karena pola pikir memengaruhi persepsi, nilai-nilai yang dianut, sikap, dan cara saya bertindak.

Sepanjang yang saya tahu, orang sukses memiliki pola pikir yang mendorong keberhasilannya. Mereka memikirkan apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Sementara itu, orang gagal memiliki pola pikir yang menghalangi keberhasilannya. Mereka sibuk memikirkan dan membicarakan apa yang mereka tidak inginkan.

Karena saya tidak mau termasuk orang gagal, saya berfokus pada apa yang saya inginkan yaitu menyelesaikan ebook dan menjualnya. Bandingkan kalau saya berfokus pada apa yang tidak saya inginkan. Mungkin saya mengeluh susahnya menulis ebook atau curhat pada teman-teman tentang kesulitan menyederhanakan teknis-teknis penulisan.

Loading...

2. Melawan rasa takut

Setelah memperbaiki pola pikir, saya melawan rasa takut gagal tersebut. “Seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan kalau ebook saya tidak laku?” gumam saya. Dengan kata lain, saya penasaran apakah ketakutan tersebut akan menjadi kenyataan ataukah hanya ada di pikiran saya saja.

Tentu saja, saya menghadapi perasaan ketakutan tersebut dengan strategi. Saya menuliskan sejumlah cara agar ebook saya laku seperti menjelaskan dengan studi kasus dan memasukkan hasil riset orang lain terkait artikel berkualitas.

Selain itu, kalaupun ebook saya tidak laku, saya menganggap itu sebagai proses pembelajaran. Memang begitulah orang yang sedang belajar, bukan?

3. Mencatat hal-hal terbaik yang terjadi

Setelah melawan rasa takut gagal, saya menyadari bahwa ketakutan tersebut tidak terbukti dan hanya ada dalam pikiran saya saja. Selain itu, saya juga mencatat hal-hal terbaik yang terjadi pada saya. Sebagai contoh, saya memiliki pola perilisan ebook, struktur sales latter, dan tampilan landing page yang keren. Saya akan menggunakan hal-hal terbaik tersebut untuk projek ebook saya yang lain.

Simpulannya, rasa takut gagal hanya ada dalam pikiran saja. Jangan biarkan ketakutan itu menghalangi kesuksesan Anda. Cobalah ketiga tahap sederhana di atas sehingga Anda bisa menghilangkan rasa takut gagal tersebut pada projek apa pun yang akan atau sedang Anda garap. Selamat mencoba!

Loading...

Artikel Terkait: