8 Cara Jitu Menghilangkan Sifat Sombong

Ilustrasi sifat sombong

“Jangan berteman dengan dia, orangnya sombong.” Anda pernah mendengar ucapan seperti itu? Itulah dampak yang akan dirasakan oleh orang yang sombong. Tidak ada orang yang mau berhubungan dengan orang sombong.

Sungguh, sifat sombong itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Semua kelebihan yang disombongkan hanya Anda rasakan sendiri. Sementara orang justru melihat Anda sebagai sosok yang punya sifat kurang bagus.

Pada dasarnya, sifat sombong itu berasal dari tiga hal yaitu pikiran, ucapan, dan tindakan. Anda mungkin tidak pernah bersikap sombong, tapi kalau dalam pikiran Anda selalu merasa lebih baik dari orang lain, maka artinya Anda sudah dirasuki rasa sombong.

Hidup menjadi tidak indah dan bahagia ketika banyak orang yang menghindar karena kesombongan Anda. Karena itu Anda harus bisa menghilangkan sifat sombong tersebut. Bagaimana caranya? Coba 8 cara jitu berikut ini.

1. Pahami Sifat Sombong yang Dimiliki

Sebelum mulai berusaha menghilangkan sifat sombong dari diri Anda, sebaiknya pahami dulu kesombongan yang sering Anda ditunjukkan.

Apakah karena kekayaan, status sosial, jabatan tinggi, atau kepintaran Anda? Karena hal-hal itulah yang kerap memunculkan sifat sombong dari seseorang.

Loading...

Lalu kenali juga karakter sombong yang ada dalam diri. Apakah Anda lebih cenderung sombong dalam bersikap, sombong dalam ucapan, atau sombong di dalam pikiran? Atau bahkan gabungan dari semua?

Dengan mengenali dan memahami sifat juga karakter sombong yang dimiliki, Anda akan mengetahui apa yang harus diprioritaskan dalam menghilangkan kesombongan dari dalam diri Anda.

2. Kenali Kekurangan Diri

Sifat sombong biasanya memang dipicu oleh kelebihan atau keunggulan yang dimiliki dibanding orang lain.

Karena itu, salah satu cara untuk mengurangi kadar kesombongan adalah mengetahui dan mengenali kekurangan-kekurangan yang ada pada Anda.

Tidak akan ada orang yang tidak punya kekurangan atau kelemahan. Superman yang sangat kuat dan cepat bisa lemah ketika di dekat batu kryptonite.

Begitu pula manusia yang sangat pandai dalam satu bidang keilmuan, tapi pasti ada bidang keilmuan lain yang tidak mampu dikuasainya.

Dengan mengetahui bahwa ada kekurangan di dalam diri, maka Anda bisa tersadar bahwa selalu “ada langit di atas langit”. Selalu ada yang terbaik di atas yang terbaik.

3. Berhenti Memikirkan Kelebihan Diri

Anda boleh bangga dengan kelebihan yang Tuhan anugerahkan kepada diri Anda. Tapi jangan terus menerus memikirkan kelebihan tersebut. Kebiasaan inilah yang kemudian akan memicu munculnya sifat sombong.

Karena itu, sehebat apa pun Anda dalam bidang tersebut biarlah orang lain yang menilai. Bukan diri Anda sendiri yang menilai. Ketika sebuah kelebihan dinilai oleh diri sendiri, yang ada hanyalah rasa sombong.

Mulai saat ini berhenti memikirkan  kelebihan diri. Lebih baik Anda memikirkan bagaimana caranya kelebihan yang dimiliki bisa memberi manfaat bagi orang banyak.

Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan sisi positif dari kelebihan tersebut dibanding membanggakannya secara berlebihan di hadapan orang lain.

4. Sejajarkan Diri dengan Orang Lain

Ilustrasi menghilangkan sifat sombong

Merasa lebih baik dari orang lain merupakan cikal bakal munculnya sifat sombong. Karena itu untuk menghilangkan sifat sombong tersebut posisikan diri selalu sejajar dengan orang lain. Tidak ada perbedaan di antara Anda dengan orang lain.

Makna dari pepatah “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi” harus Anda selami dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun Anda seorang direktur, jangan posisikan diri Anda terlalu jauh di atas para bawahan.

Seorang direktur yang ramah ke semua bawahan pasti lebih disukai dibanding direktur yang selalu menjaga jarak.

5. Jangan Menilai Orang dari Tampilan Semata

Pernahkah Anda melihat orang kaya raya yang tampilannya sederhana? Pasti ada, tapi jumlahnya mungkin sangat sedikit.

Di antaranya adalah almarhum Bob Sadino yang tidak pernah berusaha tampil bak pengusaha sukses. Meski sudah sukses, Om Bob dikenal kerap mengenakan celana pendek dan kemeja, hampir dalam setiap kesempatan.

Boleh jadi orang yang Anda nilai kumuh atau kotor justru punya lebih banyak kebaikan di dalam dirinya. Bisa juga orang yang Anda hormati karena selalu tampil rapi dan necis, ternyata seorang koruptor kelas kakap.

Dengan selalu melihat orang secara lebih dalam, bukan dari tampilan semata, Anda akan dibantu untuk lebih mengenal sebuah kekurangan. Termasuk tidak memandang rendah orang lain, meski mereka bukan berasal dari status sosial yang sama dengan Anda.

6. Banyak Berbagi ke Sesama

Mulai hari tetapkan bahwa Anda akan lebih banyak melakukan kegiatan sosial. Berbagi dengan sesama akan menstimulus pikiran dan hati Anda untuk tidak sombong. Apa pun kelebihan yang Anda miliki, harus bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Jangan pernah ada niat selain membantu secara tulus ketika Anda berbagi kepada sesama. Niatkan dalam hati bahwa Anda ingin membantu tanpa pamrih. Tidak ada maksud untuk pamer atau pencitraan dari kegiatan amal yang dilakukan.

Jika itu yang terjadi maka Anda sejatinya masih senang punya sifat sombong di dalam diri. Pastikan Anda selalu berbagi dengan ikhlas tanpa ada tendensi apa pun di dalamnya.

7. Berteman dengan Semua Orang

Jangan pernah memilih-milih teman. Selama mereka memang baik dan bisa memberi nilai positif, maka bukalah pintu pertemanan selebar-lebarnya.

Jangan hanya mau berteman karena punya kekayaan atau kepintaran yang sama, karena itu hanya akan membuat Anda semakin sombong.

Untuk bisa menghilangkan sifat sombong, Anda memang harus bisa bergaul dengan berbagai kalangan.

Berteman dengan berbagai orang yang berbeda karakter dan latar belakang, maka Anda akan dibawa untuk menyelami diri Anda sendiri. Khususnya menyelami kekurangan yang ada.

Semakin banyak orang yang Anda kenal dari kalangan yang berbeda, maka semakin dalam pula Anda bisa menyelami kekurangan di dalam diri.

Tapi ingat, pastikan mereka memang yang bisa memberi nilai positif terhadap upaya Anda membuang sifat sombong.

Baca juga:

8. Buat Komitmen Pribadi

Upaya tanpa komitmen sama dengan pepesan kosong. Karena itu Anda butuh memperkuat komitmen dari upaya yang Anda lakukan untuk tidak menjadi orang yang sombong.

Komitmen akan menjaga Anda tetap berada di trek yang benar sehingga bisa mencapai target yang diharapkan.

Menjaga komitmen ini tak kalah berat dibanding upaya tersebut. Pastikan Anda selalu melakukan upaya dengan pondasi komitmen penuh. Akan lebih baik jika Anda mempunyai target yang harus dicapai dalam waktu tertentu.

Dengan demikian, upaya Anda untuk membuang sifat sombong bisa berjalan dengan baik dan maksimal.

Penutup

Ada begitu banyak dampak buruk dari sifat sombong. Dari mulai dijauhi teman atau sahabat, hingga yang paling parah adalah pikiran Anda akan selalu dinaungi aura negatif. Tak heran jika kehidupan Anda pun bakal lebih kuat sisi negatif dibanding positif.

Jika memang kesombongan sudah terlanjur ada, Anda harus berupaya untuk menghilangkan sifat sombong tersebut. Mungkin tidak bisa seketika berhasil.

Tapi jika terus dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen, Anda pasti akan menuai hasilnya suatu hari nanti. Saat itulah Anda bisa merasakah indahnya kehidupan yang sebenarnya.

Loading...

Artikel Terkait