Cara Menjadi Pendengar yang Baik untuk Pasangan Anda

Ilustrasi pendengar yang baik

Pasangan Anda berbicara tentang seorang temannya yang dianggap pelit. Anda berkomentar dengan menyalahkan pasangan Anda karena telah berasumsi tentang temannya tersebut. Selain itu, Anda juga menegur pasangan Anda untuk tidak menghakimi orang lain sebelum benar-benar tahu sifatnya.

Pasangan Anda tidak terima karena disalahkan oleh Anda, dan ia lantas membela dirinya. Tak ingin kalah, Anda pun membela diri untuk mempertahankan argumen Anda. Akhirnya, Anda berdua beradu mulut dan bahkan saling membentak untuk hal yang sebenarnya sepele.

Jika Anda akrab dengan kondisi di atas, Anda tidak sendiri. Berita baiknya, ada sebuah solusi untuk Anda yaitu Anda mesti menjadi pendengar yang baik. Berikut langkah demi langkah yang perlu Anda lakukan untuk menjadi pendengar yang seperti itu.

1. Mendengarkan

Mulai saat ini, niatkan untuk mendengarkan ketika pasangan Anda berbicara tentang suatu topik. Mengapa? Karena untuk menjadi pendengar yang baik, Anda harus mendengarkan, bukan berbicara.

2. Fokus pada yang ia bicarakan

Ketika pasangan Anda berbicara, fokuslah pada yang ia bicarakan. Lakukan kontak mata dengan pasangan Anda dan hilangkan gangguan, misalnya menyingkirkan telepon seluler yang sedang Anda pegang atau mengecilkan suara televisi yang sedang menyala.

Selain itu, kuatkan diri Anda untuk tidak memotong pembicaraan. Biarkan pasangan Anda berbicara dengan nyaman tanpa Anda ganggu, meskipun Anda gatal ingin mengomentarinya.

Loading...

3. Berempati

Saat mendengarkan pasangan Anda, berempatilah. Empati adalah merasakan atau membayangkan diri Anda berada di kondisi pasangan Anda.

Dengan berempati, Anda akan menyadari bahwa ia mengajak Anda berbicara karena mungkin sedang kesal, stres, iseng, atau capai akan suatu hal. Selain itu, dengan berempati Anda akan memberikan perhatian Anda.

4. Diam

Jika Anda merasa topik yang dibicarakan pasangan Anda tidak penting, diam saja. Tidak perlu mengomentari atau mendebatnya. Faktanya, banyak orang yang mengajak berbicara pasangannya hanya untuk didengarkan saja, bukan untuk dikomentari apalagi dibantah.

5. Klarifikasi agar tidak salah persepsi

Setelah pasangan Anda selesai bicara, jika ada yang tidak Anda mengerti atau sesuatu hal tidak jelas, klarifikasilah agar Anda tidak salah persepsi. Untuk mengklarifikasi, Anda cukup bertanya tentang hal yang tidak jelas itu dan biarkan pasangan Anda menjelaskannya.

6. Beri saran seperlunya

Jika pasangan Anda meminta saran, beri saran seperlunya. Usahakan saran tersebut tidak menggurui atau menonjolkan superioritas Anda.

Sebagai contoh, pasangan Anda mengeluhkan kesehatannya. Saran yang Anda berikan cukup dengan menyuruh dia ke dokter. Jika memungkinkan, tawarkan bahwa Anda bisa mengantar dia pergi ke dokter.

7. Alihkan perlahan-lahan bila topik tidak Anda sukai

Jika Anda tidak suka topik yang sedang dibicarakan pasangan Anda, misalnya gosip seorang artis, alihkan secara perlahan-lahan topik tersebut. Jangan langsung karena pasangan Anda bisa tersinggung.

Sebagai contoh, setelah beberapa saat, Anda bertanya tentang tempat-tempat liburan yang akan Anda berdua kunjungi di akhir pekan. Secara tidak sadar, pasangan Anda akan meresponsnya dan melupakan topik sebelumnya.

Menjadi pendengar yang baik itu tidak sulit, terlebih jika Anda ingin hubungan yang harmonis dengan pasangan Anda. Cobalah ketujuh langkah di atas sesegera mungkin sehingga pertengkaran karena hal yang sebenarnya sepele tidak terulang lagi.

Loading...

Artikel Terkait