9 Cobaan Hidup Setelah Menikah yang Perlu Anda Ketahui

Ilustrasi cobaan hidup setelah menikah

Tidak sedikit orang bilang menikah adalah adalah finish yang membahagiakan. Hal ini karena akhirnya Anda bersatu dengan pasangan dan hidup bersama.

Terlebih awal pernikahan adalah masa yang indah karena sedang hangat-hangatnya. Hidup bersama dengan orang yang Anda cintai, setiap hari, 24 jam, dan sepanjang waktu.

Nyatanya, kehidupan adalah peristiwa dinamis yang kadang ada masa di atas dan di bawah. Pernikahan pun juga tidak jauh berbeda, dapat mengalami masa krisis dalam suatu waktu.

Namun, ada sisi positif dari krisis pernikahan, yaitu pasangan suami istri akan mencapai peningkatan kedewasaan sehingga siap dengan segala cobaan pernikahan. Nah, berikut ini beberapa cobaan hidup setelah menikah yang perlu Anda ketahui.

1. Perubahan individu

Bukan dari orang lain, konflik internal dari diri sendiri juga dapat menjadi ujian pernikahan. Kenapa? Karena dapat menghasilkan output yang tidak mengenakkan untuk orang lain.

Beberapa di antaranya adalah krisis kepercayaan diri, perasaan tidak nyaman, bimbang maupun tekanan batin yang lain. Masalah yang timbul dari sendiri ini seharusnya juga kita sendiri yang mampu menyelesaikannya.

Solusinya adalah dengan instrospeksi dan jujur terhadap diri sendiri. Jika membutuhkan bantuan, ada baiknya dibicarakan dengan pasangan agar dia juga tidak salah paham tentang apa yang terjadi pada Anda.

Loading...

Keterbukaan dan komunikasi yang berjalan dua arah adalah faktor penting agar pernikahan Anda berjalan dengan lancar untuk waktu yang lama.

2. Kebiasaan yang berbeda

Sebelum memulai hidup baru bersama pasangan, tentu Anda memiliki beberapa kebiasaan hidup yang memang datang dari sendiri dan bentukan dari keluarga.

Kebiasaan itulah yang memungkinkan menjadi cobaan hidup setelah menikah yang banyak terjadi. Kebiasaan inilah yang jarang terlihat ketika pacaran dulu dan merupakan hal baru dari pasangan bagi Anda.

Hal baru dari pasangan ada yang cocok dan tidak cocok. Nah, yang tidak cocok inilah yang seringkali menimbulkan pertengkaran dan membuat Anda merasa ingin mengomelinya selalu. Hal kecil ini semisal menaruh handuk atau pakaian kotor sembarangan.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

3. Masalah peraturan

Kebiasaan yang berbeda dapat melahirkan peraturan yang juga berbeda. Terlebih masing-masing individu membawa peraturan dari keluarga mereka yang saling berbeda latar belakang.

Besar kemungkinan peraturan dari rumah Anda akan tidak cocok bila digunakan oleh pasangan karena akan ada beberapa nilai yang bertolak belakang. Perbedaan tersebut ada kalanya menimbulkan ketegangan.

Ada baiknya untuk membicarakan dengan baik mengenai peraturan-peraturan yang akan diterapkan dalam keluarga baru Anda. Diskusikan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bagaimana konsistensi peraturan tersebut nantinya. Hal ini tentu juga akan bermanfaat ke depannya ketika Anda sudah memiliki buah hati.

4. Tidak adanya pembagian tugas

Masalah peran di dalam kehidupan rumah tangga terkadang dianggap remeh oleh pasangan sehingga jarang didiskusikan bersama. Peran di sini termasuk pembagian tugas untuk dikerjakan masing-masing.

Tidak adanya pembagian peran dapat menjadi konflik yang menumpuk sedikit-sedikit. Sampai akhirnya jadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Kalau sampai meledak, Anda mungkin akan menyesal karena menikah membuat hidup Anda susah.

Untuk mencegahnya, Anda dan pasangan bisa saling bertanya mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pembagian beberapa tugas rumah tangga, siapa yang akan membayar tagihan, dan sebagainya.

Saling berasumsi bahwa pasangan mengerti perannya masing-masing dan bisa mengurus hal itu semua akan membawa masalah yang besar di kemudian hari.

5. Masalah finansial

Ilustrasi masalah finansial rumah tangga

Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah keuangan adalah cobaan hidup setelah menikah yang dapat dikategorikan sebagai masalah krusial. Pembahasan bisa dimulai dengan membicarakan dari mana asal sumber keuangan. Satu pintu atau dua pintu sumber keuangan?

Selain itu, perencanaan pos-pos keuangan juga perlu dibahas lebih mendetail agar tidak menimbulkan intrik di masa depan.

Anda dapat membicarakan dengan pasangan mengenai anggaran per bulan, asuransi kesehatan, tabungan, investasi hingga tabungan untuk kehidupan dan pendidikan anak ke depannya.

Jangan lupa jika berlebih, pikirkan juga untuk kebutuhan tersier hobi masing-masing. Untuk pasangan atau Anda yang masih ada tanggungan untuk keluarga karena menjadi tulang punggung mereka, juga perlu dibicarakan secara jujur dan terbuka.

6. Perbedaan pendapat tentang karier

Masih ada beberapa suami yang keberatan jika istrinya menjadi wanita karier. Oleh sebab itu, bicarakan sebelum pernikahan bagaimana karier Anda dan pasangan setelah menikah nanti.

Bukan ketika sudah menikah baru membicarakan perbedaan pandangan tersebut. Tentu saja hal ini menjadi penting untuk mengurangi konflik di masa depan nantinya.

Atau mungkin jika keluarga Anda mengalami kesulitan ekonomi dan mengharuskan pendapatan berasal dari dua pintu, ada baiknya perbedaan pandangan karier ini juga dibicarakan. Sehingga mendapat solusi terbaik untuk kedua belah pihak dan keberlangsungan rumah tangga.

Baca juga:

7. Masalah anak

Sebelum memiliki anak, ada baiknya membicarakan dengan pasangan tentang keinginan memiliki anak. Berapa lama jangka waktunya setelah menikah dan berapa buah hati yang Anda inginkan.

Banyak faktor yang memang harus diperhitungkan. Hal ini dikarenakan memiliki anak bukan hanya sekadar melahirkan dan membesarkan, namun bagaimana keluarga Anda akan meneruskan generasi yang baik di masa mendatang.

Oleh sebab itu, perhitungkan juga dari segi finansial untuk kesehatan, pendidikan  dan kebutuhan masa depan mereka yang lain. Tak hanya itu, menjadi orang tua juga perlu bertanggung jawab untuk memberikan waktu dan kasih sayang pada buah hati.

8. Permasalahan dengan mertua dan keluarga pasangan

Bukan rahasia lagi, di Inggris survei telah membuktikan bahwa konflik utama keluarga terjadi karena mertua sebagai pemicunya. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, bukan?

Memang salah satu cobaan hidup setelah menikah adalah mertua dan terkadang juga anggota keluarga pasangan yang lain. Ada kalanya mertua memang ingin selalu turut campur dengan kehidupan rumah tangga anaknya. Alasannya klise, yaitu mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Untuk mengatasi ujian pernikahan ini, akan lebih baik jika membicarakan unek-unek yang mengganjal itu dengan pasangan. Bersama tentu akan menemukan solusi yang lebih baik karena anak jugalah yang paling mengerti dengan karakter orang tua mereka sendiri.

Baca juga:

9. Masalah hubungan intim

Selain kebutuhan perencanaan finansial, masalah krusial lain yang seringkali dihadapi oleh pasangan baru adalah urusan ranjang. Masa bulan madu dapat berlalu sedemikian cepat. Sehingga mereka berdua diharuskan menghadapi realita kehidupan yang penuh tekanan dan dapat mengurangi hasrat seksual.

Menghadapi hal tersebut, akan lebih baik jika Anda dan pasangan membicarakan hal ini secara terbuka dan mendiskusikan apa yang masing-masing inginkan.

Tidak salah pepatah mengatakan bahwa jika kehidupan seks bersama pasangan bahagia, maka kehidupan rumah tangga akan turut bahagia. Hal ini memang memiliki efek untuk mengurangi stres, sehingga Anda bisa lebih fokus untuk urusan yang lain.

Baca juga: 12 Tanda Suami Bosan dengan Istri

Penutup

Itulah tadi 9 cobaan hidup setelah menikah yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu Anda bisa mempersiapkan mental dan strategi untuk melewati fase krisis pernikahan secara tepat.

Ingat, pernikahan adalah penyatuan dua insan sehingga tidak ada pernikahan yang sempurna. Untuk menghadapi segala ujian berumah tangga, alangkah baiknya bila diselesaikan dengan kepala dingin dan diskusi antar dua orang untuk mencapai kesepakatan bersama.

Loading...

Artikel Terkait