Ingin Membuat Sasaran yang Lebih Baik? Gunakan 5 Kriteria Ini

ilustrasi sasaran

Anda mungkin memiliki sasaran atau target yang ingin diraih. Sayangnya, Anda gagal meraih sasaran tersebut. Bukan hanya sekali, namun berkali-kali. Menjengkelkan, bukan?

Kegagalan meraih sasaran apa pun dipengaruhi banyak faktor. Salah satu faktornya adalah sasaran yang dibuat belum baik. Faktor ini terlihat sepele, namun banyak orang yang belum bisa membuatnya.

Percaya atau tidak, membuat sasaran yang lebih baik dari sebelumnya itu sebenarnya tidak sulit, yaitu Anda tinggal membuat sasaran yang memenuhi kriteria SMART (specific, measurable, action-oriented, realistic, dan time-bound). Jangan berkecil hati kalau Anda baru mengetahui kriteria tersebut. Di bawah ini penjelasan dan contohnya.

1. Specific (spesifik)

Sasaran Anda harus spesifik (bersifat khusus). Ini berarti sasaran Anda harus jelas atau tidak samar-samar. Dengan kejelasan tersebut, Anda tahu apa yang Anda inginkan.

Sebagai gambaran, berikut sasaran yang belum spesifik dan yang sudah spesifik.

Sasaran belum spesifikSasaran spesifik
Menulis postinganMenulis postingan tentang kriteria sasaran
Menulis bukuMenulis Bab 1 buku tentang Google Search

2. Measurable (dapat diukur)

Anda tidak bisa mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur. Oleh karena itu, sasaran Anda harus dapat diukur (terukur). Ukuran ini biasanya berupa angka, persentase, atau pelaksanaan.

Loading...
Sasaran belum terukurSasaran terukur
Menghasilkan lebih banyak uang dari tahun sebelumnyaMenghasilkan Rp 100 juta lebih banyak dari tahun sebelumnya
Menurunkan jumlah komplain pelangganMenurunkan jumlah komplain pelanggan sebesar 25%

3. Action-oriented (berorientasi tindakan)

Setiap sasaran mesti berorientasi tindakan. Kriteria ini bisa dicirikan dengan kata kerja tindakan (action verb). Contoh kata kerja tindakan adalah menghilangkan, menyelesaikan, menulis, mendapatkan, dan sebagainya.

Sasaran belum berorientasi tindakan
Sasaran berorientasi tindakan
Lebih konsisten negblogMemublikasikan 3 postingan per minggu
Lebih produktif menulisMenulis 1.000 kata per hari

4. Realistic (realistis)

Anda harus berhati-hati dengan kriteria ini. Memang, sasaran baik harus memotivasi Anda, namun Anda harus menambahkan masuk akal atau tidak. Dengan kata lain, sasaran Anda harus realistis.

Sebagai contoh, Anda baru belajar main badminton minggu lalu. Maka, bila sasaran Anda masuk pelatnas bulan ini, maka sasaran tersebut tidak realistis.

Poinnya, untuk membuat sasaran yang realistis, Anda harus meninjau dulu situasi dan kondisi Anda sekarang. Dari tinjauan tersebut, Anda bisa mengukur diri apakah sasaran yang akan Anda buat bisa dicapai atau tidak.

Ingat, jangan terjebak Anda harus membuat sasaran besar yang tidak sesuai dengan kemampuan Anda saat ini. Sasaran seperti itu akan membebani dan bahkan membuat Anda stres.

5. Time-bound (terikat waktu)

Setiap sasaran Anda harus terikat waktu alias memiliki tenggat waktu. Mengapa? Karena sasaran yang tidak memiliki tenggat waktu adalah angan-angan belaka. Selain itu, tenggat waktu juga menginformasikan kapan Anda meraih sasaran tersebut.

Sasaran tanpa tenggat waktuSasaran dengan tenggat waktu
Menunaikan umrohMenunaikan umroh pada 1 Juni 2016
Mengikuti petalihan NLPMengikuti pelatihan NLP pada 2 Mei 2016

Contoh Sasaran yang SMART

Masih bingung dengan 5 kriteria di atas? Tidak masalah. Untuk membantu Anda mengatasi kebingungan tersebut, berikut tiga contoh sasaran yang memenuhi kriteria SMART:

  • Menulis 4 postingan untuk blog A pada November 2015
  • Berkomentar di 10 blog berbahasa Indonesia sebelum 10 November 2015
  • Menurunkan berat badan sebesar 5 kg sebelum 30 Maret 2016

Simpulannya, sasaran yang baik itu tidak sulit dibuat. Anda tinggal memasukkan kriteria SMART saat membuatnya. Percayalah, sasaran SMART merupakan langkah pertama Anda meraihnya. Selamat membuat sasaran SMART pada semua bidang kehidupan Anda.

Loading...

Artikel Terkait